Ada Santri “Berguru” Kepada Warga

Gambar. Salah satu musholla di dusun Muara Dua

Salah satu anggota tim PKL menuturkan bahwa salah satu warga dusun Muara Dua yang berinisial pak K menyampaikan salam untuk ustadz Fulan (menyebutkan salah satu pengajar di ma’had, yang juga pernah menjalani program PKL tiga tahun lalu di Muara Dua).

Pak K bertanya, “Kapan ke sini lagi ya ustadz Fulan?”

Pak K menyampaikan bahwa dulu pernah menelepon ustadz Fulan beberapa kali sewaktu berkunjung ke rumah anaknya di Blitar, tapi tidak diangkat-angkat oleh ustadz tersebut.

“Apa mungkin sibuk ya? Mungkin masih ngajar ya?” Kata pak K.

Bagi teman-teman anggota tim PKL, cuplikan dialog di atas ternyata mengandung sebuah pelajaran yang amat sangat berharga, yaitu mengingatkan agar senantiasa bersikap lapang dada, toleran, dan berbaik sangka kepada saudara sesama muslim.

Coba bayangkan, pak K sudah berkali-kali menelepon kepada sang ustadz tadi, namun tidak juga diangkat teleponnya. Apa yang dikatakan pak K?

“Apa mungkin sibuk ya? Mungkin masih ngajar ya?”

Pak K toleran, lapang dada, dan memberikan uzur. Tidak ada sedikitpun perasaan dan ungkapan yang menunjukkan prasangka buruk.

Barangkali sebagian kita tidak demikian. Ketika kita menelepon seseorang, tapi tidak diangkat-angkat. Atau mengirim SMS, ternyata tidak juga segera dijawab, barangkali perasaan kita sudah macam-macam terhadap orang tersebut, jengkel, marah, dan mungkin juga berprasangka buruk kepadanya.

Ini adalah pelajaran penting yang didapatkan dari salah seorang warga. Tentu, Pak K tidak sedang berceramah tentang anjuran untuk memberikan uzur, maaf, dan toleran. Tidak pula menyebutkan dalil tentang larangan berburuk sangka terhadap sesama muslim.

Sikap pak K seperti itu menjadi “guru” yang sedang menasehati kita. Sebuah nasehat yang mungkin selama ini hanya kita dapatkan dari bangku madrasah (ma’had) dan ceramah-ceramah. Pak K yang bisa dikatakan awam dan tidak menguasai banyak ilmu agama saja bisa bersikap demikian, mangapa kita tidak?

Alhamdulillah, dengan adanya program PKL ini, semakin nampak dan terasa manfaatnya. Setiap peristiwa dan pemandangan apa saja yang dijumpai, mengandung pelajaran-pelajaran berharga yang mungkin tidak didapatkan di ma’had dan tempat-tempat kajian.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.