Bakti Kepada Orang Tua Semakin Langka

Di salah satu titik dakwah PKL ada sebuah cerita memilukan. Sebuah kisah yang membuat dada kami sesak dan menjadikan mata ini mengucurkan airnya.

Saat Tim PKL berkunjung ke salah satu warga, kami mendapati seorang kakek yang tinggal di gubuk reyot. Badannya lemah. Kulitnya keriput dan matanya sudah tidak awas.

Kakek tua itu tidak lagi berjalan tegak. Ia harus memakai tongkat untuk melangkahkan kakinya. Berat rasanya berjalan. Kami merasa iba dan kasihan.

Usia kakek itu 90-an atau mendekati seabad. Ia sakit dan butuh bantuan medis. Sementara, di kampung ini, belum ada puskesmas. Saking pelosoknya, bidan saja tidak mau tinggal di sini. Mbah Riyani namanya. Ia ditemani sang istri yang sama-sama sudah tua. Menurut penuturannya, mereka pernah mendapati masa penjajahan Belanda dan Jepang.

Rasa iba kami semakin menjadi, saat tahu bahwa kehidupan mereka mengandalkan kebaikan dan pemberian tetangga. Padahal sang tetangga sama-sama miskin dan hidup di gubuk reyot. Miskin harta tapi kaya jiwa, sebab peduli terhadap sesame.

Kami semakin iba dan kasihan karena orang tua itu ternyata punya anak. Anak yang dulu dibesarkan dan dirawatnya sejak kecil. Kini, telah dewasa.

Namun, sang anak yang diharapkan bisa membantu saat orang tua renta justru berbuat durhaka. Ia tidak peduli. Bahkan menelantarkannya.

Yang membuat kami semakin mengelus dada dan menangis saat sang kakek menuturkan perkataan anaknya, “Kalau aku punya makanan, daripada tak kasihkan kamu, mending saya kasihkan ke an**** (sambil menyebut nama hewan).” Astaghfirullah.

Ya Allah, mbah Riyani dengan derita di fisik harus menderita di batin. Kakinya tidak bisa digerakkan karena pernah jatuh. Anaknya juga belum bisa diharapkan.

Semoga Allah membantu kita semua untuk berbakti kepada kedua orang tua kita. Dan menjadikan anak-anak kita sebagai anak yang berbakti kepada Allah dan taat beragama.

Dan bagi orang tua, mulailah dari diri masing-masing. Berbaktilah kepada putra-putri Anda dengan memberikan pendidikan yang baik. Jangan telantarkan mereka. Jangan biarkan mereka ketika nampak ada perangai dan sifat tercela padanya. Didik dan teruslah mendidik. Jangan sekali-kali bergantung kepada lembaga pendidikan tempat putra-putri Anda belajar.

Ya Allah, berikanlah hidayah kepada putra-putri kaum muslimin. Amin.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *