Belajar Hikmah Dalam Berdakwah

Gambar. Kondisi teras masjid Jami’Al-Khoir Muara Dua

Dakwah harus dengan hikmah. Dalam penerapannya, diperlukan proses pembelajaran. Belajar menempa diri untuk menjadi seorang yang penuh hikmah, bersikap yang tepat dan bijak dalam bertindak. Bermuamalah dengan mad’u (objek dakwah) harus menyesuaikan kondisi dan latar belakang mereka.

Program PKL yang sedang dijalani oleh thullab kita ini nampaknya menjadi salah satu media yang cukup signifikan dalam proses belajar menjadi dai yang penuh hikmah. Hal itu nampak tergambar dari penuturan salah satu anggota tim PKL berikut:

Namanya masih anak-anak, masa mereka adalah masa-masanya banyak bermain

Karena kepolosan mereka, ditambah kurangnya arahan dan bimbingan, masjid pun dijadikan sasaran untuk taman bermain, lari-lari, teriak-teriak, petak umpet, dan sebagainya. Semuanya mereka lakukan di masjid.

Tugas kami sekarang, bagaimana mereka tidak lagi bermain di masjid tanpa harus mengusir mereka dari masjid. Melalui teguran-teguran ringan, “Cah bagus ora ulih dolanan nang mesjid.” Disertai memberi sedikit makanan, sesunduk permen, dua tiga butir buah salak. Seraya mengarahkan dan mengajak serta menemani mereka bermain di luar masjid, “Yuk melaku-melaku aring ngana.

Dengan senang, mereka menyambut ajakan tersebut, Alhamdulillah…

Mereka merasa diberlakukan dengan cara yang tidak menyakiti hati dan perasaan mereka. Selesai bermain bersama, salah seorang teman PKL mengingatkan, “Ayoo.. siki balik ngumah disit, adus.. mengko ngaji bar ashar nang mesjid.

Anak-anak terlihat bersemangat dengan berlari dan menggayuh sepedanya.

Anak-anak itu butuh bimbingan dan arahan dengan hikmah, saudaraku…

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *