Betumping, Membuat Kami Merinding

Delapan bulan silam, kami selalu bersama warga di tempat ini, di Betumping, KLU (Kab. Lombok Utara). Selama lima bulan, dimulai dari akhir tahun 2018 hingga awal 2019, para santri saling berbagi.

Ada kesan, ada pengalaman, ada kisah dan ada cerita yang tidak terlupakan. Yang semua itu mengajari kami, para santri, tentang arti sebuah kehidupan; bahwa hidup itu saling memberi dan berbagi.

Rindu, rasanya kami untuk bertemu dengan Betumping. Hanya kabar yang sampai kepada kami; kabar yang membuat mata kami melelehkan airnya. Yaitu, saudara-saudara kami masih menunggu uluran tangan kaum dermawan.

Mereka, saudara kita, masih merasakan derita akibat gempa; hidup di bawah bangunan kurang layak. Di siang hari, panas begitu menyengat. Suhu di kamar kami, 34 derajat, terasa sangat panas padahal baling-baling kipas terus berputar meniupkan angin ke arah kami. Kami juga berada di bawah atap dan plafon yang membantu mengurangi efek panas.

Lalu, bagaimana dengan warga Betumping? Di bawah atap seng yang sangat pendek dan berdinding seng yang kurang layak. Tak sanggup membayangkan derita mereka. Ya Allah…

“Untuk Program PKL-SPN akan berkolaborasi dengan Tim Peduli Bencana. Kita akan fokus di Betumping, mengingat kondisi di sana yang masih sangat banyak belum terbangun rumah permanen. Yang paling dibutuhkan warga Betumping adalah huntara, kemudian sembako,”

kata Azwar, koordinator TPB Lombok.

Hal ini diamini oleh Bapak Taufik Syamach, ketua TPB Pusat.

“Tim dokter insyaallah juga akan kita libatkan. Perkiraan tanggal 15 Desember 2019 akan ada Baksos Kesehatan,”

papar pria jangkung ini.

Untuk tempat menginap, santri akan menempati bangunan kosong dekat masjid. Posko lama sudah tidak bisa dipakai lagi karena sudah dimanfaatkan oleh salah satu warga.

Insya Allah, target utama di Betumping adalah program “Huntara” hunian sementara warga yang sampai sekarang (12/11) masih tinggal rumah kurang layak. Semoga Allah meridhai dan membantu langkah santri PKL-SPN unit Betumping.

Gempa Lombok sudah berlalu 1 tahun, tapi kondisi warga masih belum normal.

Berikut, kondisi rumah-rumah warga di Betumping, Lombok (12/11-2019):

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.