Hak Seorang Alim

RINGKASAN FAEDAH DARI MUHADHARAH (MAGHRIB – ISYA’) USTADZ ABU ZUBAIR KELATEN HAFIZHAHULLAH DI MA’HAD AS SALAFY JEMBER 23 DZULHIJJAH 1437 H / 25 SEPTEMBER 2016 M

Diantara kenikmatan besar yang Allah subhanahu wa ta’ala anugerahkan ialah senantiasanya kita didekatkan dengan orang-orang yang berilmu. al Imam al Lalikai rahimahullah meriwayatkan suatu atsar/perkataan dari Al Imam Ayyub as Sikhtiyani rahimahullah, beliau berkata:

إن من سعادة الحدث والأعجمي أن يوفقهما الله لعالم من أهل السنة

“Sesungguhnya diantara tanda kebahagiaan seorang pemuda dan orang ajam (orang luar arab) adalah Allah menuntun mereka kepada seorang alim dari kalangan ahlussunnah”.

Dan seorang alim memiliki hak atas kita yang sudah semestinya kita tunaikan, al Imam at Tirmidzi rahimahullah meriwayatkan suatu hadits:

عن عبد الله بن عمرو بن العاص -رضي الله عنه- أن النبي -صلى الله عليه وسلم- قال: لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يُوَقِّرْ كَبِيرَنَا وَيَرْحَمْ صَغِيرَنَا وَيَعْرِفْ لِعَالِمِنَا حَقَّهُ

Artinya: Dari Abdullah bin Amr bin al Ash radhiyallahuanhu, bahwasanya Nabi Muhammad shallalahualaihi wasallam bersabda: “Bukan termasuk golongan kita, orang-orang yang tidak menghormati yang lebih tua, tidak menyayangi yang lebih muda dan tidak mengetahui hak seorang alim”.

Apa sajakah hak-hak seorang alim itu? Berikut di antaranya:
1. Bersyukur kepada Allah subhanahu wa ta’ala telah didekatkan dengan orang-orang yang berilmu, kemudian mencurahkan rasa terima kasih kepada para alim ulama’ yang dengan sebab beliaulah kita bisa memahami ilmu agama.
2. Hendaknya mendoakan beliau agar Allah subhanahu wa ta’ala mengokohkannya di atas kebenaran, senantiasa istiqamah dalam mengikuti petunjuk Nabi Muhammad shallalahualihi wasallam, karena hati manusia berada di antara jari jemari Allah subhanahu wa ta’ala yang Ia putar balikkan sesuai kehendaknya. Oleh karena itu sudah sepatutnya kita mendoakan para alim ulama’ yang telah banyak berjasa kepada kita agar hatinya tidak berbalik kepada kebatilan. Sebagaimana hal tersebut menimpa pada Ibrohim ar Ruhaili, Ali Hasan al Ma’ribi, Muhammad al Imam al Ma’bari dan lainnya yang telah menyimpang dari jalan yang lurus.
3. Mendengar dan taat terhadap nasihat-nasihat yang beliau bimbingkan kepada kita.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.