MANDIRI DARI KEBUN SENDIRI

Alhamdulillah, seluruh santri PKL-SPN 2018 telah menempati lokasi masing-masing. Tercatat ada 5 lokasi yang digunakan sebagai Posko PKL-SPN tahun ini; Merawan, Sumbersari, Batakan, Karang Nangka dan Antokan.

Dua lokasi pertama berada di wilayah Kebun Gunung Gumitir. Sedangkan dua lokasi berikutnya berada di wilayah Kebun Banjarsari. Selama satu bulan ke depan, mereka akan “belajar” dari lingkungan dan masyarakat.

Dalam kesempatan ini, kami juga ingin menyampaikan penghargaan kami kepada Managemen PTPN XII, terkhusus di Kebun Gn Gumitir dan Banjarsari yang telah memberikan izin berikut segala “fasilitas” untuk santri PKL-SPN.

Di hari pertama, sudah banyak pelajaran yang bisa kami petik dari kehidupan masyarakat kebun. Salah satunya, sebuah budaya positif yang menjadi ciri khas masyarakat Rollas (brand untuk PTPN XII). Rollas artinya dua belas.

Budaya ini, pesen Pak Marhalim Harahap, manager Kebun Gunung Gumitir, yang tetnyata sudah tahu lokasi pondok kita berikut aktivitas dakwah “PROJADA” di kawasan Kebun Mumbuksari, agar kembali ditekankan kepada warga melalui Santri PKL.

Apa itu?

Budaya yang sebenarnya kita sendiri sangat butuh penerapannya di lingkungan kita, di rumah atau bahkan di pondok kita. Yaitu, mengoptimalkan lahan sekitar rumah menuju keluarga kecil mandiri.

Dengan menerapkan Tiga Prinsip berikut:

1. Karang Kitri
Memanfaatkan lahan untuk menanam sayur-sayuran, seperti bayam, bawang pre, kenikir, dll. Harapannya, keluarga tersebut tidak usah beli sayur untuk memasak. Cukup petik di depan rumah, bebas pestisida dan gratis tentunya.

2. Karang Sari
Yaitu, menanam tanah depan rumah dengan tanaman hias, seperti bunga-bunga, gelombang cinta, dll.

3. Lumbung hidup
Yaitu, menanami lahan dengan tanaman karbohidrat dan gizi maupun obat, seperti singkong, ketela rambat, jenis tanaman obat seperti serai, sembukan dll.

Dengan tiga budaya tersebut, dari lahan sendiri, akan menjadi keluarga yang mandiri.

Tafsiran dan gambaran mudahnya, kita ngrebus singkong hasil cabut dari kebung belakang, dengan sayur panenan depan rumah, makannya di teras rumah menghadap taman yang asri.

Wuih, mak nyaman a kata orang Madura.

Pantas saja, saat kita menjelajahi rumah demi rumah di perumahan sederhana karyawan PTPN XII, kita saksikan rumah dengan halaman asri yang menawan hati setiap orang yang melintasi.

Subhanallah . . .

Semoga, budaya positif ini, bisa kita terapkan di rumah kita atau bahkan di pondok kita. Amin.

Salam Kami

Tim PKL-SPN

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.