Muhammad shallallahu alaihi wasallam Habibullah atau Khalilullah?

  • bunga

Jika diartikan dalam bahasa kita, habibullah dan khalilullah bermakna sama yaitu “kekasih Allah subhanahu wata’ala”. 

Namun jika diteliti lebih dalam ternyata habibullah dan khalilullah memiliki makna yang berbeda, berikut penjelasan ringkasnya:

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan (artinya), “al-Khullah adalah kesempurnaan mahabbah (rasa cinta)”

Syaikhul Islam Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan (artinya), “al-Khullah adalah menyendirikan mahabbah (satu cinta), maka al-Khalil adalah Yang menyendirikan rasa cintanya kepada Satu-Satunya Yang dicintai. Ini adalah tingkatan cinta yang tidak boleh dibagi-bagi.

Oleh karena itulah Khalilullah adalah kekhususan bagi Nabi Ibrahim dan Nabi Muhammad shalawatullah wasalamuhu alaihima. Allah berfirman,

واتَخَذَ اللهُ إبراهيم خليلاً

“Allah menjadikan Ibrahim sebagai Khalil-Nya” (an-Nisaa’: 125)

Dan telah sahih hadits dari Nabi shallallahu alaihi wasallam beliau bersabda,

إنّ الله اتخذني خليلاً كما اتخذ إبراهيم خليلاً

“Sesungguhnya Allah menjadikan aku sebagai khalil-Nya seperti Ia menjadikan Ibrahim sebagai Khalil-Nya” (HR. Muslim)

Beliau shallallahu alaihi wasallam juga berkata,

لو كنت متخذاً من أهل الأرض خليلاً لاتخذت أبا بكر خليلاً،ولكن صاحبكم خليل الرحمن

“Jika aku boleh menjadikan penduduk bumi sebagai khalilku, aku pasti menjadikan Abu Bakr sebagai khalilku, akan tetapi aku adalah khalilurrahman”

(HR. Muslim)

Dari penjelasan di atas, jelaslah bahwa Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam adalah khalilullah. Tentunya beliau shallallahu alaihi wasallam lebih pantas untuk disebut sebagai khalilullah bukan habibullah.

Syaikh Abdullah bin Muhammad bin Humaid rahimahullah menyebutkan (artinya), “Jika disebut dengan khalilullah maka lebih tepat dengan tetapnya dalil. Karena al-khullah lebih khusus dari al-mahabbah, sebagaimana ia adalah puncak tingkatan mahabbah, juga agar tidak salah dipahami bahwa al-khullah untuk Ibrahim alaihis salam dan al-mahabbah untuk Muhammad shallalahu alaihi wasallam seperti yang dikatakan oleh sebagian orang. Ini adalah ucapan yang bathil.”

Syaikh al-Albani rahimahullah mengatakan (artinya), “Tidak ada dalam satu hadits pun yang menyebutkan bahwa beliau shallallahu alaihi wasallam adalah habibullah”.

Lihat at-Ta’liqatul Atsariyah Ala al-Aqidah at-Thahawiyah

Atas dasar ini mensifati Nabi Muhammad shallalahu alaihi wasallam dengan Habibullah tidaklah tepat karena hal tersebut mengurangi hak yang semestinya diberikan kepada beliau shallallahu alaihi wasallam yaitu al-khullah (puncak mahabbah).

wallahu a’lam.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.