Refleksi Pelaksanaan Ibadah Haji 1437 H

HAJI IBADAH AGUNG DAN MULIA

Ibadah haji merupakan ibadah yang agung dan mulia dalam Islam. Allah mensyari’atkan ibadah haji sebagai realisasi penegakan tauhid dan pembasmian syirik dari muka bumi. Allah berfirman (artinya),

“Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan): “Janganlah kamu menyekutukan sesuatu apapun dengan Aku, dan sucikanlah rumahKu ini bagi orang-orang yang thawaf dan orang-orang yang beribadah serta orang-orang yang ruku’ dan sujud.” (al-Hajj : 26)

PERAN BESAR KERAJAAN ARAB SAUDI DALAM MELAYANI PARA JAMAAH HAJI

Sebuah kemuliaan yang sangat besar disandang oleh Negeri Tauhid dan Sunnah, – Kerajaan Arab Saudi – ketika negeri ini menjalankan tugas yang sangat besar dan mulia yaitu memberikan pelayanan haji dan umrah. Bahkan raja negeri tersebut menggelari dirinya sebagai “Khadimul Haramain”, yakni Pelayanan Dua Tanah Suci (Makkah dan Madinah) dengan dua masjidnya (Masjidil Haram dan Masjid Nabawi).

Berbagai upaya, sarana, fasilitas, pengaturan, dan pengamanan, serta puluhan ribu personil aparat keamanan dikerahkan oleh Kerajaan Arab Saudi demi kelancaran, kenyamanan, dan keamanan, serta kesuksesan  pelaksanaan ibadah haji dan umrah dari tahun ke tahun hingga tahun 1437 H. Semua bukan sekedar pembicaraan atau pemberitaan di media, namun merupakan fakta dan realita yang disaksikan oleh dunia.

Berbeda halnya dengan negara Iran, motor gerakan syiah rafidhah internasional, dengan alasan yang mereka buat-buat, yaitu dengan memutarbalikkan fakta. Pimpinan spiritual tertinggi Syiah Iran, Ayatollah Ali Khamenei menuding Arab Saudi tidak becus dan tidak bisa menjamin keamanan. Atas dasar itu, Iran melarang warganya untuk berhaji ke Makkah pada tahun 1437 H.

Namun dunia internasional membantah tudingan tak bertanggung jawab dari Iran tersebut. Di antaranya, para menteri luar negeri di Liga Arab mengecam pernyataan tersebut “Kami mengutuk tuduhan Khamenei yang provokatif,” kata seorang menteri dalam sebuah pertemuan di Kairo, Kamis (8/9).

Salah seorang Akademisi Timur Tengah juga turut mengecam Khamenei dengan mengatakan, pernyataan Khamenei adalah fitnah. “Pernyataan itu adalah lanjutan Iran untuk memerangi Islam dan Saudi,” ujarnya “Arab Saudi mewakili wajah Islam yang sebenarnya,” katanya.

“Pernyataan ini tidak memiliki efek apa pun, karena kepemimpinan yang bijaksana, dengan kehendak Allah, akan terus meningkatkan profil Islam dan Muslim,” lanjut dia.

Bahkan sejumlah jamaah haji berkebangsaan Iran yang dapat berhaji melalui negara lain mengecam berbagai pernyataan provokatif Ali Khamenei yang dialamatkan kepada Pemerintah Arab Saudi. Mereka menilai pemimpin Iran itu telah menyampaikan tuduhan palsu di hadapan publik. Di antara mereka ada yang mengatakan, “Wahai Khamenei, kamu belum pernah berhaji dan belum pernah melihat Ka’bah!! Maka diamlah, kamu jangan menuduh pemerintah Arab Saudi!!” sebagaimana diberitakan oleh SaudiNews50.

Sebaliknya, para jamaah haji berkebangsaan Iran itu dengan suara bulat menyatakan pujian mereka atas upaya Kerajaan Arab Saudi memberikan pelayanan maksimal kepada semua tamu Allah selama berada di Tanah Suci, tanpa ada diskriminasi.

“Setiap kali saya menunaikan haji, saya melihat banyak proyek baru yang diluncurkan pemerintah Arab Saudi untuk kenyamanan jamaah,” ungkap seorang jama’ah haji asal Iran yang telah melaksanakan haji beberapa kali, seperti dikutip al-Arabiyah, Rabu (14/9).

Seorang jamaah Iran lainnya, yang saat ini tinggal di Amerika Serikat, mengaku puas dengan berbagai proyek pembangunan di Makkah dan Madinah. Menurut pria itu, proyek-proyek tersebut cukup menggambarkan usaha keras yang dilakukan Kerajaan Arab Saudi untuk memastikan keamanan dan kenyamanan para tamu Allah.

Komentar positif juga diutarakan jamaah Iran yang baru pertama kali menunaikan ibadah haji.  “Upaya Arab Saudi untuk membuat perjalanan haji kami terasa nyaman cukup untuk membantah tuduhan palsu yang dibuat pemerintah Iran,” katanya.

Dia menilai provokasi yang dilontarkan Khamenei terhadap Arab Saudi bertujuan untuk menciptakan kekacauan di antara para tamu Allah. Hal itu, kata dia, dapat merusak kekhusyukan jalannya ibadah haji.

ALHAMDULILLAH, PELAKSANAAN IBADAH HAJI TAHUN 1437 H BERJALAN SUKSES

Sukses haji merupakan nikmat dan karunia Allah yang sangat besar. Tanpa daya dan upaya dari-Nya tidaklah mungkin kesuksesan itu dapat diraih. Maka wajib bagi kita untuk mensyukurinya dan menjaga sebab-sebab yang dapat mengantarkan kepada kesuksesan tersebut.

Berikut 3 sebab utama suksesnya pelaksanaan haji dan umrah tahun 1437 H:

  1. Kerajaan Arab Saudi Menegakkan Syari’at Allah di Muka Bumi

Sebuah nikmat besar yang Allah berikan kepada negeri Arab Saudi adalah Allah menjadikan negeri ini tegak di atas al-Qur’an dan as-Sunnah di atas prinsip Ahlus Sunnah wal Jama’ah, yaitu prinsip para salafush shalih (yakni generasi shahabat, tabi’in, dan tabi’ut tabi’in). Negeri ini memiliki misi dan tujuan utama menegakkan syari’at Allah di muka bumi.

Raja ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdurrahman Aalu Su’ud (w. 1373H/1953M) mengatakan, “Semua hukum di Kerajaan ini sesuai dengan Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya, dan prinsip yang para shahabat dan salafush shalih berada di atasnya.”

Raja Su’ud bin ‘Abdul ‘Aziz Aalu Su’ud (w. 1388H/1969M) mengatakan, “Kami umumkan kepada khalayak bahwa kami bukan semata-mata para raja, namun kami adalah para da’i agama ini. Kami berjanji kepada Allah untuk menjadikan dakwah agama ini kuat dan mulia, dengan harta, pedang, dan jiwa kami.”

Raja Faishal bin ‘Abdul ‘Aziz Aalu Su’ud (w. 1395H/1975M) mengatakan, “Sejak awal berdirinya, negara ini menyeru kepada kalimat tauhid, yaitu kalimat ‘Laailaaha illallah’ dan kalimat ‘Muhammadar rasulullah’ … .”

Raja Fahd bin ‘Abdul ‘Aziz Aalu Su’ud (w. 1426H/2005M) mengatakan, “Sesungguhnya sebab yang mendasar dan prinsip yang darinya berbagai kebaikan ini bertolak, adalah kembali kepada satu hal, yaitu karena negeri ini berpegang teguh dengan Aqidah Islamiyyah, baik secara teks dalil maupun secara ruh. Negeri ini akan terus – insya Allah – berpegang teguh dengannya hingga hari Kiamat.”

Khalid bin Faishal Aalu Su’ud yang saat ini menjabat sebagai gubernur Makkah, menegaskan : “Oleh karena itu,  semua kebudayaan, pendidikan, perekonomian, manajemen, dan seluruh kehidupan bermasyarakat kita wajib didirikan di atas prinsip-prinsip Islam yang bersumber dari al-Quran dan as-Sunnah dan dari dasar itulah kita bertolak. … Kalau seandainya dunia semuanya melepaskan Islam, Kerajaan Arab Saudi tidak akan melepaskan Islam. Kita akan hidup, terus berjalan dan mati di atas Islam.”

Dengan demikian akan terwujudlah janji Allah :

وَلَيَنْصُرَنَّ اللهُ مَنْ يَنْصُرُهُ إِنَّ اللهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ (40) الَّذِينَ إِنْ مَكَّنَّاهُمْ فِي الْأَرْضِ أَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ وَأَمَرُوا بِالْمَعْرُوفِ وَنَهَوْا عَنِ الْمُنْكَرِ وَلِلهِ عَاقِبَةُ الْأُمُورِ

“Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha kuat lagi Maha perkasa, (yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan shalat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.” (al-Hajj : 40-41)

  1. Kerajaan Arab Saudi Memberikan Perhatian Yang Sangat Besar Terhadap Pelayanan Haji

Sang Raja sekaligus Sang Khadimul Haramain, Salman bin ‘Abdul ‘Aziz Aalu Su’ud dalam kesempatan pidato kenegaraan (12-3-1437 H / 23-12-2015 M) mengatakan, “Negara Arab Saudi tegak di atas Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya. Serta mendapat kehormatan untuk melayani urusan al-Haramain (Makkah dan Madinah) dan melayani para pengunjungnya (jama’ah haji dan umrah).”

Demi pelayanan terbaik, Arab Saudi tidak pernah main-main dalam urusan kelancaran dan keamanan pelaksanaan haji dan umrah. Hal ini telah diakui oleh dunia internasional. Tidak sedikit jamaah haji yang memberikan dukungan atas peran yang selama ini dijalankan Arab Saudi bagi umat Islam.

Jamaah haji mengaku sangat terkesan dengan kemampuan Arab Saudi menerima jutaan jamaah haji setiap tahun, dan terbukti mampu memenuhi tantangan yang ada. Kesuksesan haji bukanlah datang secara kebetulan, tapi merupakan hasil dari perencanaan dan kerja keras yang matang.

Tahun ini, Arab Saudi menerapkan proyek-proyek baru demi menawarkan layanan terbaik kepada jamaah haji. Bahkan, beberapa proyek masih berjalan seperti membuat Makkah menjadi kota pintar melalui jalan dan gelang elektronik, atau baru dimulai usai haji.

Seorang jamaah haji asal Alexandria, memuji perluasan Masjidil Haram. Ia berpendapat, dengan perluasan tersebut memungkinkan jamaah haji bergerak lebih cepat dan mudah.

Sementara jamaah haji Tunisia, memuji pelayanan kesehatan dan program pencegahan penyakit yang dilakukan. Bahkan, ia secara khusus berharap ada penghargaan kepada Khadimul Haramain Raja Salman, atas segala pelayanan yang diberikan kepada jamaah haji.

“Kemudahan dan kenyamanan yang dirasakan dalam suasana spiritual adalah karena perhatian besar dari para petugas,” demikian pengakuannya.

  1. Bersihnya Haji Tahun Ini Dari Kehadiran Orang-Orang Syi’ah Rafidhah

Berkat karunia dan rahmat Allah semata, sukses haji sudah berulang kali. Namun ada yang “istimewa” pada sukses haji tahun 1437 H . Yaitu Masjidil Haram dan manasik haji kali ini bersih dari kehadiran orang-orang Syi’ah Rafidhah, terutama Syi’ah Iran.  Catatan sejarah menunjukkan bahwa jama’ah Syiah Iran adalah aktor utama terjadinya berbagai onar dan kekacauan dalam sekian kali musim haji, bahkan sampai memakan korban jiwa yang sangat banyak. Salah satu catatan kelam tersebut, apa yang terjadi pada musim haji tahun 1407 H (1987 M). Orang-orang Syi’ah berdemo besar-besaran, mengkafirkan dan mengancam Arab Saudi, sambil membawa gambar-gambar poster Khomeini!! Hasilnya: 402 orang wafat, 85 di antaranya adalah petugas keamanan haji!!

Semoga Allah senantiasa menjaga kerajaan Arab Saudi, negeri tauhid dan sunnah, dan negeri-negeri kaum muslimin, terkhusus negeri kita Indonesia. Amin yaa Rabbal Alamin . . .

Penulis: Ustadz Alfian hafizhahullah

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *