USTADZ, JANGAN PULANG, JANGAN PULANG USTADZ…

Pagi itu mentari bersinar cukup cerah di Situbondo, setelah beberapa hari sebelumnya selalu berawan. Terlihat 3 orang santri PKL di Ma’had Minhajul Atsar Situbondo sedang sibuk mempersiapkan kepulangan mereka. Ada yang sedang berkemas-kemas, ada pula yang sedang mempersiapkan mading sebagai kenang-kenangan untuk jama’ah di Masjid Ulul Albab. Mereka telah sebulan lamanya berada di Madrasah Ibtidaiyah Terpadu, membantu para mudarrisin di madrasah tersebut, mendidik anak-anak muslimin yang diamanahkan untuk dididik disana. Banyak pengalaman didapat selama sebulan itu. Banyak pula faidah yang didapatkan oleh pengurus madrasah dengan kedatangan mereka. Hubungan dengan santri-santri madrasah terjalin erat sekali, walaupun hanya sebulan disana.

Malam sebelum kepulangan, para santri PKL mengadakan perkemahan di lingkungan Masjid Ulul Albab, tempat Madrasah Ibtidaiyah Terpadu (MIT), bersama santri-santri madrasah. Masak bersama dengan kompor sederhana made in PKL. Kompor dari kaleng minuman bersoda dengan bahan bakar spiritus, sesuatu yang baru untuk sebagian anak-anak kecil santri madrasah. Bahkan untuk mudarrisin di Ulul Albab. Ah, benar-benar kreatif mereka.

Tibalah waktunya pulang, kembali ke Ma’had Minhajul Atsar Jember. Kembali untuk belajar di ma’had tercinta. Berpamitan dengan “sesepuh” di Masjid Ulul Albab Situbondo pun telah dilakukan. Barang-barang bawaan pun telah siap. Saatnya tuk berpamitan pada “santri-santri kecil” dan ikhwan yang kebetulan saat itu sedang berada di masjid. Di saat sedang sibuk bersalaman, tiba-tiba beberapa orang santri kecil berkata dengan merajuk: “Ustadz, jangan pulang dong, Ustadz. Jangan pulang…” Ah, terharu hati ini mendengar rajukan mereka. Padahal baru sebulan bersama, serasa sudah sangat lama. Sangat akrab.

Selamat tinggal adik-adik kami, santri-santri PKL. Jazakumullahu khoyron atas bantuan antum. Lanjutkan perjuangan antum menuntut ilmu. Semoga kelak Allah menjadikan ilmu antum berbarokah. Karena ummat ini butuh lebih banyak lagi orang yang akan membimbing mereka di atas sunnah Nabi mereka.

Situbondo, jelang Duhur, 7 Jumadal Ula 1438 H/ 4 Februari 2017.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *