Siapakah al-Maghdhub  Alaihim dan adh-Dholin?

Dalam surah al-Fatihah, kaum mukminin senantiasa berdo’a agar diberi petunjuk menuju jalan orang-orang yang diberi nikmat, serta berdo’a agar dihindarkan dari jalan al-Maghdhub Alaihim (orang-orang yang dimurkai) dan jalan adh-Dholin (orang-orang yang tersesat). Yaitu pada firman Allah subhanahu wata’ala,

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ (6) صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ (7

“Tunjukilah kami jalan yang lurus,(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat”.

Agar kita benar-benar terhindar dari jalan al-Maghdub Alaihim dan jalan adh-Dholin, tentu kita harus mengetahui siapa mereka itu agar benar-benar tahu jalan mana yang harus dihindari. Sebagaimana ucapan seorang penyair,

عرفت الشر لا للشر ولكن لتوقيه, ومن لم يعرف الشر يقع فيه

 “Aku mengetahui keburukan bukan untuk mengamalkannya, akan tetapi untuk menjaga diri darinya, barang siapa tidak mengetahui suatu keburukan dia akan terjatuh padanya”.

Para ulama’ berselisih pendapat tentang siapa itu al-Maghdhub Alaihim dan adh-Dholin. Berikut kami sebutkan pendapat yang paling masyhur dari kalangan ulama’.

al-Maghdhub Alaihim

  1. Orang yang berilmu atau mengetahui al-haq tapi enggan menerima al-haq, seperti Yahudi dan yang semisalnya.

Asy-Syaikh as-Sa’di rahimahullah dalam kitabnya Taisir al-Karimir Rahman Fi Tafsir Kalamil Mannan menyebutkan (artinya), “ (al-Maghdhub Alaihim) adalah orang-orang yang mengetahui al-haq namun tidak mengamalkannya, seperti Yahudi dan yang semisalnya. (adh-Dholin) adalah orang-orang yang meninggalkan al-haq karena kebodohan dan kesesatan mereka seperti Nashara dan yang semisalnya”.

  1. Orang-orang yang dimurkai karena kebid’ahan-kebid’ahan yang mereka lakukan. Lihat Tafsir al-Qurthubi.

Adh-Dholin

  1. Kaum Nashara, karena kebodohan mereka sehingga mereka meninggalkan al-haq. Lihat Tafsir as-Sa’di.
  2. Yang tidak mengenal atau tersesat dari sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Lihat Tafsir al-Qurthubi.

Wallahu a’lam.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.