Belajar Sabar Menghadapi Gangguan Orang Lain (bag. 4)

Kesembilan, Jika ia diganggu karena amalan ketaatan dia kepada Allah atau karena meninggalkan kemaksiatan kepada-Nya, maka wajib baginya untuk sabar, jangan ada upaya untuk membalas dendam. Yang demikian itu karena ia telah diganggu di jalan Allah, sehingga balasan dan ganjarannya pun di Tangan Allah. Oleh karena itulah ketika darah dan harta para mujahidin di jalan Allah lenyap (meninggal), maka tidak ada tanggungan bagi darah atau hartanya yang hilang tersebut, karena Allah telah membeli jiwa dan harta mereka. Nilai (balasan)nya ada di sisi Allah bukan di sisi makhluk. Maka barangsiapa yang mencari balasan (ganjaran) dari makhluk, maka di sisi Allah ia tidak akan mendapatkan ganjaran. Barangsiapa yang kehilangan sesuatu di jalan Allah, maka Allah sajalah yang akan memberikan gantinya. Jika ia  merasa terganggu dengan adanya musibah, maka hendaknya ia mencela dirinya sendiri, sibukkan diri untuk mencela dirinya sendiri daripada mencela orang yang mengganggunya. Jika ia bernasib kurang baik, maka siapkan dirinya untuk sabar, karena nasib yang di bawah itu (lebih kurang baik) itu lebih pahit daripada sabar. Barangsiapa yang tidak sabar menghadapi teriknya di siang hari, atau menghadapi hujan, salju, beratnya perjalanan, dan penyamun di tengah jalan, maka ini menunjukkan ia tidak butuh dengan tempat berdagangnya (artinya barangsiapa yang tidak sabar menghadapi segala rintangan, berarti keinginan dia untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan adalah lemah).

Ini adalah perkara yang sudah maklum di kalangan manusia. Seseorang yang jujur dalam upayanya mencari sesuatu yang diharapkan, maka ia akan diberi kesabaran dalam mendapatkan sesuatu tersebut sesuai kadar kejujurannya.

Kesepuluh, mengetahui bahwa Allah akan bersamanya jika ia bersabar, kecintaan dan keridhaan Allah akan tercurah padanya jika ia bersabar. Apabila Allah bersama seorang hamba, maka Allah akan mencegah dia dari berbagai gangguan dan madharat, yang seorang pun tidak mampu mencegah dari gangguan dan madharat tersebut. Allah berfirman,

وَاصْبِرُوا إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

“Dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Al-Anfal: 46)

Dan firman-Nya,

وَاللَّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ

“Allah menyukai orang-orang yang sabar.” (Ali Imran: 146)

Kesebelas, mengetahu bahwa sabar itu setengah dari keimanan, maka janganlah ia mengganti keimanannya itu sedikitpun dengan pembelaan diri (tidak sabar dan berupaya untuk balas dendam). Apabila ia bersabar, maka sungguh ia telah menjaga dan membentengi imannya dari kekurangan. Allah yang akan membela orang yang beriman.

Bersambung Insya Allah.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.