Belajar Sabar Menghadapi Gangguan Orang Lain (bag. 6)

Kelimabelas,terkadang pembalasan dendam itu justru menjadi sebab bertambahnya kejelekan dan kejahatan lawan terhadap dirinya, serta akan lebih menguatkan hawa nafsunya (untuk mendorong kepada kejelekan). Beban pikirannya pun akan bertambah untuk memikirkan berbagai bentuk pembalasan atas gangguan yang ditimpakan kepadanya, sebagaimana ini merupakan kenyataan yang bisa disaksikan.

Apabila dirinya bersabar dan mau memaafkan orang yang menyakitinya, maka ia akan terhindar dari berbagai mudharat dan efek negatif di atas. Seorang yang berakal, tentu tidak akan memilih mudharat yang lebih besar demi menghindari mudharat yang lebih kecil.

Betapa banyak pembalasan dendam yang justru menimbulkan berbagai kejelekan yang sulit dihindari dan dicegah oleh pelakunya. Dan betapa banyak harta dan kemuliaan yang dulu hilang kini bisa kembali dan terus langgeng untuk pihak yang dizhalimi manakala ia mau memaafkan.

Keenambelas, sesungguhnya seorang yang sudah terbiasa membalas dendam dan tidak sabar, maka sudah pasti ia akan terjerumus ke dalam kezhaliman. Karena hawa nafsu tidak akan merasa cukup dengan melakukan pembalasan dendam yang adil (setimpal), baik secara pengetahuan[1] maupun kehendak[2].

Bahkan terkadang hawa nafsu tidak mampu mencukupkan diri dengan melakukan pembalasan dendam sesuai dengan kadar yang dibenarkan, karena kemarahan (ketika melakukan pembalasan dendam) akan menjadikan pelakunya keluar melebihi batas akal pikirannya, sehingga ia tidak tahu dan paham apa yang diucapkan dan diperbuatnya. Sehingga, posisi dirinya yang semula menjadi pihak yang dizhalimi -yang menunggu pertolongan dan kemuliaan-, justru berubah menjadi pihak yang berlaku zhalim, yang menunggu kemurkaan dan adzab.

Bersambung Insya Allah.



[1] Maksudnya hawa nafsu tidak memiliki patokan yang jelas dan pasti apakah pembalasan dendam yang dilakukannya sudah setimpal dengan kezhaliman yang menimpanya atau tidak. Wallahu a’lam. Pent.

[2] maksudnya bahwa hawa nafsu tentu akan berkehendak untuk melakukan pembalasan yang lebih, karena demikianlah hawa nafsu, senantiasa mengajak kepada kejahatan. Wallahu a’lam. Pent.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.