Cara Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab Memuliakan Nabi shallallahu alaihi wasallam

DARS USTADZ  LUQMAN BA’ABDUH HAFIZHAHULLAH  18 SHAFAR 1438 H/17 NOPEMBER 2016 M (MAGHRIB-ISYA’) DI MADSJID AS-SALAFY

Pembaca yang budiman,

Masih dalam pembahasan tentang sebuah tuduhan yang dilayangkan kepada Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab rahimahullah. Tuduhan bahwa Syaikh tidak menghormati  dan tidak memuliakan Nabi shallallahu alaihi wasallam.

Dan telah kita sebutkan ucapan-ucapan Syaikh rahimahullah pada surat-suratnya atau karya-karya beliau yang menunjukkan bahwa Syaikh rahimahullah begitu menghormati Nabi shallallahu alaihi wasallam.

Berikutnya, mari kita lihat apa yang disebutkan oleh asy-Syaikh Sulaiman bin Abdillah bin Muhammad bin Abdil Wahhab rahimahullah (wafat: 1233 H). Beliau adalah salah satu orang yang mengikuti jalan dakwah Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab rahimahullah. Beliau menyebutkan bentuk pengagungan Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab rahimahullah kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam (artinya),

“Allah menjadikan kehinaan dan kerendahan atas orang-orang yang menyelisihi urusannya (Muhammad shallallah alaihi wasallam), dan mewajibkan kepada hambanya untuk taat dan mencintainya, serta menunaikan hak-haknya.

Allah subhanahu wata’ala menutup semua  jalan yang mengantarkan ke pada-Nya dan menuju Jannah-Nya. Dia tidak membukanya bagi seorangpun kecuali melalui jalan Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Dia adalah ukuran pokok, yang mana dengan akhlaknya, ucapannya dan amalan-amalannya ditimbang seluruh akhlak, ucapan-ucapan dan amalan-amalan. Dia benar-benar sang pembeda yang dengan mengikutinya terbedakan antara orang-orang yang mendapat petunjuk dan orang-orang yang tersesat.

Rasulullah shallallhu alaihi wasallam senantiasa bergegas menuju Allah subhanahu wata’ala dan tidak ada yang mampu mencegahnya, Senantiasa menjelaskan perintah-perintah Allah subhanahu wata’ala dan tiada yang mampu menghalanginya. Senantiasa  membimbing umatnya hingga tersampaikan risalahnya dan tertunaikan amanah, beliau selalu menasehati umat dan berjihad di jalan Allah subhanahu wata’ala dengan sebenar-benar jihad.

Bumi menjadi bercahaya dengan diutusnya beliau shallallahu alaihi wasallam setelah sebelumnya gelap gulita. Hati bersatu setelah sebelumnya terpecah belah. Dunia penuh dengan cahaya dan kegembiraan. Manusia berbondong-bondong masuk ke dalam islam.

Ketika Allah subhanahu wata’ala telah menyempurnakan agama-Nya dan menyempurnakan nikmat-Nya atas hamba-hamba-Nya yang mukmin. Allah subhanahu wata’ala mewafatkannya dan mengangkatnya menuju ar-Rafiq al-A’la dan tempat yang bercahaya.

Sungguh ia telah meniggalkan umatnya di atas al-mahajjatil baidha’ (perkara yang sangat jelas) dan jalan yang lurus dan lempeng.

Semoga shalawat serta salam dari Allah subhanahu wata’ala, para malaikat, para nabi, para rasul dan orang-orang saleh  dari hambanya senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam”. Lihat: at-Taudhih An Tauhid al-Khalla’ Fi jawabi Ahli Iraq Wa Tadzkiratu Ulil Albab Fi Thariqati asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab.

Tidaklah semua yang disebutkan di atas, mencukupi mereka untuk tidak lagi menuduh Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab rahimahullah sebagai orang yang tidak memuliakan Nabi shallallahu alaihi wasallam?! Mengapa mereka terus saja menuduh?! Sepertinya mereka lupa bahwa Allah subhanahu wata’ala mencatat semua amalan hambanya. Sepertinya Syiah, Sufiyah dan Kaum Liberal lupa hal itu. Tapi ingatlah! Akan datang hari kiamat, hari dimana segala rahasia akan diungkap dan dipertanggung jawabkan.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.