Hukum Mendoakan Orang Yang Bersin Ketika Khutbah Berlangsung

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah ditanya:

Fadhilatusy Syaikh, Apa hukum mendoakan orang yang bersin ketika khutbah Jum’at sedang berlangsung? Barakallahu fiik.

Jawab:

Yang pertama, seorang yang  bersin tidak didoakan kecuali jika ia mengucapkan ‘alhamdulillah‘. Apabila orang yang bersin mengucapkan ‘alhamdulillah‘, maka doakan ia (dengan membaca ‘yarhamukallah‘).

Namun apabila khutbah Jum’at sedang berlangsung, maka tidak boleh mendoakan orang yang bersin, karena doa itu termasuk ucapan (pembicaraan), yaitu engkau berbicara kepada orang yang bersin dengan mengatakan: ‘yarhamukallah‘.

Pembicaraan ketika khutbah itu tidak boleh kecuali ada keperluan dan pembicaraan itu dilakukan dengan khatib.

Dalil yang menunjukkan apa yang aku (asy-Syaikh al-Utsaimin) katakan adalah sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam,

إذا قلت لصحابك: أنصت يوم الجمعة والإمام يخطب؛ فقد لغوت

“Apabila engkau mengatakan kepada temanmu ‘diamlah’ pada hari  Jum’at, sementara imam sedang menyampaikan khutbah, maka sungguh engkau telah berbuat sia-sia.”

Padahal ucapan dan teguran engkau kepada temanmu ‘diamlah’ ketika dia sedang berbicara, adalah merupakan upaya nahi munkar (mencegah dari kemungkaran).

Walaupun demikian, Nabi shallallahu alaihi wasallam tetap melarang yang demikian, dan menjelaskan bahwa orang yang melakukannya akan diharamkan mendapatkan keutamaan shalat Jum’at. Di mana orang yang melakukan perbuatan sia-sia, maka dia tidak mendapatkan keutamaan shalat Jum’at.

(Liqa’ al-Bab al-Maftuh, asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.