KISAH THAUN DI MASA KHILAFAH UMAR BIN AL-KHATHTHAB

Untuk menghadapi permasalahan Covid-19 ada baiknya kita belajar dari kisah thaun di masa khilafah Umar bin al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu. Kisah tersebut merupakan salah satu bimbingan syariat Islam. Bisa dikatakan, beberapa rincian masalah Covid-19 masuk ke dalam RANAH IJTIHAD. Jika benar dalam keputusannya, maka baginya dua pahala. Akan tetapi jika salah, setelah berusaha dengan sungguh-sungguh, maka ia mendapatkan satu pahala. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadis Abdullah bin Amr radhiyallahu ‘anhu dan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu riwayat al-Bukhari rahimahullah dan Muslim rahimahullah.

Dalam sejarah Islam, ketika menghadapi wabah, sebagian sahabat berbeda pendapat dengan sahabat yang lain. Sebagaimana hal ini pernah terjadi saat wabah di masa Khilafah Umar bin al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu. Disebutkan dalam hadis Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhu,

أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ خَرَجَ إِلَى الشَّامِ حَتَّى إِذَا كَانَ بسَرْغَ لَقِيَهُ أُمَرَاءُ الْأَجْنَادِـ أَبُو عُبَيْدَةُ بْنُ الْجَرَّاحِ وَأَصْحَابُهُ. فَأَخْبَرُوهُ أَنَّ الْوَبَاءَ قَدْ وَقَعَ بِالشَّامِ قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ: فَقَالَ عُمَرُ: ادْعُ لِيَ الْمُهَاجِرِينَ الْأَوْلِينَ فدَعَوْتُهُمْ فَاسْتَشَارَهُمْ وَأَخْبَرَهُمْ أَنَّ الْوَبَاءَ قَدْ وَقَعَ بِالشَّامِ فَاخْتَلَفُوا فَقَالَ بَعْضُهُمْ: خَرَجْتَ لِأَمْرٍ فَلَا نَرَى أَنْ تَرْجِعَ عَنْهُ وَقَالَ بَعْضُهُمْ: مَعَكَ بَقِيَّةُ النَّاسِ وَأَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَا نَرَى أَنْ تُقْدِمَهُم عَلَى هَذَا الْوَبَاءِ فَقَالَ: ارْتَفِعُوا عَنِّي ثُمَّ قَالَ: ادْعُ لِيَ الْأَنْصَارَ فَدَعَوْتُهُمْ فَاسْتَشَارَهُمْ فَسَلَكُوا سَبِيلَ الْمُهَاجِرِينَ وَاخْتَلَفُوا كَاخْتِلَافِهِمْ فقال: ارتفعوا عني ثم قال: ادع لي من كان ـ ها هنا ـ مِنْ مَشْيَخَةِ قُرَيْشٍ مِنْ مُهَاجِرَةِ الْفَتْحِ فَدَعَوْتُهُمْ فَلَمْ يَخْتَلِفْ عَلَيْهِ رَجُلَانِ وَقَالُوا: نَرَى أَنْ تَرْجِعَ بِالنَّاسِ وَلَا تُقْدِمهم عَلَى هَذَا الْوَبَاءِ فَنَادَى عُمَرُ فِي النَّاسِ: إِنِّي مُصْبحٌ عَلَى ظَهْرٍ فَأَصْبِحُوا عَلَيْهِ فَقَالَ أَبُو عُبَيْدَةَ بْنُ الْجَرَّاحِ: أَفِرَارًا مِنْ قَدْرِ اللَّهِ؟ فَقَالَ عُمَرُ: لَوْ غَيْرُكَ قَالَهَا يَا أَبَا عُبَيْدَةَ – وَكَانَ عُمَرُ يَكْرَهُ خِلافَهُ – نَفِرُّ مِنْ قَدَرِ اللَّهِ إِلَى قَدَرِ اللَّهِ أَرَأَيْتَ لَوْ كَانَ لَكَ إِبِلٌ فَهَبَطْتَ وَادِيًا لَهُ عُدْوَتَان إِحْدَاهُمَا خِصِبَةٌ وَالْأُخْرَى جَدْبَةٌ أَلَيْسَ إِنْ رَعَيْتَ الْخِصْبَةَ رَعَيْتَهَا بِقَدَرِ اللَّهِ وَإِنْ رَعَيْتَ الْجَدْبَةَ رَعَيْتَهَا بِقَدَرِ اللَّهِ؟ قَالَ: نَعَمْ قَالَ: فَجَاءَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَوْفٍ ـ وَكَانَ مُتَغَيِّباً فِي بَعْضِ حَاجَتِهِ ـ فَقَالَ: إِنَّ عِنْدِي مِنْ هَذَا عِلْمًا سَمِعْتُ رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: (إِذَا سَمِعْتُمْ بِهِ بِأَرْضٍ فَلَا تَقْدُمُوا عَلَيْهِ وَإِذَا وَقَعَ بأرضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلَا تَخْرُجُوا فِرَارًا مِنْهُ) قَالَ: فَحَمِدَ اللَّهَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ ثُمَّ انْصَرَفَ.

Umar radhiyallahu ‘anhu pernah menuju ke negeri Syam. Sesampainya di daerah Sargh, beliau ditemui oleh para amir pasukan, Abu Ubaidah ibnu al-Jarrah radhiyallahu ‘anhu, dan para sahabatnya. Mereka memberitahukan bahwa wabah sedang melanda bumi Syam. Dikisahkan oleh Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu,

Umar radhiyallahu ‘anhu berkata, “Panggilkan kaum muhajirin awal untukku!”

Ia lalu bermusyawarah dengan mereka dan memberitahukan bahwa wabah sedang melanda Syam. Mereka kemudian berbeda pendapat. Sebagian mengatakan, “Anda sudah keluar untuk suatu keperluan dan kami tidak memandang pantas Anda kembali darinya.” Sebagian yang lain berkata, “Anda sedang membawa rombongan, khususnya para sahabat. Kami tidak memandang baik jika Anda membawa masuk mereka ke dalam wabah tersebut.”

“Pergilah kalian dariku!” kata Umar radhiyallahu ‘anhu.

“Panggilkan kaum Anshar untukku!” tambah beliau.

Aku (Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhu) segera memanggil mereka dan Umar radhiyallahu ‘anhu lantas bermusyawarah dengan mereka. Ternyata kamu Anshar berbeda pendapat sebagaimana halnya terjadi pada kaum Muhajirin.

“Silakan kalian pergi dari sini!” perintah Umar radhiyallahu ‘anhu.

“Sekarang panggilan sesepuh kaum Quraisy dari Muhajirin al-Fath!” lanjutnya.

Aku segera memanggil mereka. Ternyata tidak ada perbedaan pendapat di antara mereka, semuanya menyarankan, “Sebaiknya Anda pulang kembali bersama rombongan dan jangan membawa mereka masuk ke dalam wabah tersebut!” Setelah itu Umar radhiyallahu ‘anhu berseru kepada rombongan, “Besok aku akan berkendaraan pulang. Hendaknya kalian bersiap-siap!”

“Apakah Anda ingin lari dari takdir Allah ‘azza wa jalla?” tanya Abu Ubaidah radhiyallahu ‘anhu.

“Seandainya yang mengatakan itu bukan dirimu, wahai Abu Ubaidah! Ya, aku akan lari dari takdir Allah menuju takdir Allah juga. Bukankah jika kamu menggembala unta lalu turun ke sebuah lembah, di sana ada dua tepi lembah; yang satu subur dan yang satu tandus. Ketika kamu menggembala di tepi yang subur, kamu menggembala dengan takdir Allah? Dan bukankah jika kamu menggembala di tepi yang tandus, kamu juga menggembala dengan takdir Allah?” papar Umar radhiyallahu ‘anhu.

Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhu melanjutkan,

Abdurrahman bin Auf radhiyallahu ‘anhu kemudian datang. Sebelumnya ia tidak hadir pada musyawarah tersebut karena ada keperluan. Kata Abdurrahman radhiyallahu ‘anhu, aku punya ilmu tentang permasalahan ini. Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika kamu mendengar ada wabah di suatu daerah, janganlah kalian datang ke sana. Tetapi, jika wabah itu suatu daerah sedangkan kamu sudah berada di daerah tersebut, janganlah kamu keluar melarikan diri darinya!” Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhu mengatakan, Umar radhiyallahu ‘anhu lalu memuji Allah kemudian segera pulang. (HR. al-Bukhari, dll)

Pelajaran penting yang bisa diambil dari kisah di atas adalah para sahabat tetap dalam sikap saling menghormati dan tidak saling menjatuhkan. Berikutnya, jika di kalangan para sahabat saja terjadi beda pandang disebabkan karena perbedaan kesimpulan hukum, maka wajar bila hal ini menimpa kita semua. Wallahu a’lam.

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.