Kristenisasi, Meresahkan dan Merusak Kerukunan Keluarga

Gambar. Salah satu sudut pemandangan di Kampung Laut.

Persaudaraan hakiki adalah persaudaraan yang dibangun di atas Iman dan Islam. Orang Islam siapapun, walaupun ia tidak memiliki hubungan kekerabatan, sesungguhnya dialah saudara yang sebenarnya. Sebaliknya, apabila ada orang kafir yang masih dikatakan satu keluarga dan kerabat dekat, maka sebenarnya dia itu bukan saudara.

Ini bukanlah ujaran kebencian maupun provokasi untuk memusuhi orang lain yang beda agama, namun ini adalah fakta dan kenyataan yang terjadi. Setelah selama bertahun-tahun sebuah kaluarga merasakan kedamaian dan kerukunan, akhirnya rusak berantakan disebabkan karena ada di antara anggota keluarga itu yang berpindah agama.

Dituturkan oleh seorang ketua RT di salah satu wilayah program PKL, bahwa keluarga besarnya dahulu semuanya beragama Islam, namun setelah perangkap kristenisasi berhasil menjerat sebagian anggota keluarganya, kerukunan keluarga itu pun terkoyak.

“Bikin keluarga jadi enggak rukun.” Katanya.

Pak RT ini juga mengeluhkan kebingunan yang kadang masih menghinggapi perasaannya. Bingung bagaimana bermuamalah dengan keluarga sendiri.

“Kalau dekat dengan saudara yang Islam, yang kristen marah, kalau dekat dengan kristen, saudara Islam marah, jadi bingung dan diam.” Keluhnya.

Benar-benar kehidupan yang meresahkan apabila sudah demikian kondisinya.

Tentu kami tidak bisa berbuat apa-apa selain berusaha terus mendakwahkan dan membimbing masyarakat ke arah jalan yang benar. Diiringi dengan doa semoga Allah subhanahu wata’ala membantu mengokohkan kami dan saudara-saudara kaum muslimin di atas Islam dan Sunnah Nabi shallallahu alaihi wasallam hingga akhir hayat.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.