Mengenal Najd (Iraq) Negeri Munculnya Tanduk Syaithan

DARS USTADZ LUQMAN BA’ABDUH HAFIZHAHULLAH  22 MUHARRAM 1438 H/22 OKTOBER 2016 M (MAGHRIB-ISYA’) DI MASJID MA’HAD AS SALAFY

Telah berlalu penjelasannya bahwa Najd yang dimaksud pada hadits Nabi shallallahu alaihi wasallam (artinya), “…. dan Najd kami ya Rasulullah. Beliau menjawab, di sana akan muncul az-Zalazil, bencana dan di sana akan keluar tanduk syaithan” (HR. al-Bukhari, Muslim dan lainnya).

adalah negeri Iraq.

Asy-Syaikh al-Allamah Muhammad Syukri al-Alusi al-Iraqi rahimahullah mengatakan (artinya), “Negri Iraq adalah sarangnya segala bentuk ujian dan cobaan bagi manusia. Kaum muslimin senantiasa didera musibah yang silih berganti”.

Berikut beberapa musibah yang pernah terjadi di Iraq. Ketahuilah musibah terbesar adalah musibah yang menimpa urusan agama ini.

· Munculnya Khawarij pertama kali di daerah Haruri, Iraq, pada masa Amirul mukminin Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu. Oleh karena itulah Khawarij juga dikenal dengan sebutan Haruriyah.
· Muncul fitnah Jahmiyah (kaum pengingkar taqdir) yang telah dikafirkan oleh para ulama’.
· Munculnya firqah Mu’tazilah yang berkembang besar di Basrah.
· Amalan-amalan bid’ah Syiah Rafidhah yang ada di Iraq, seperti bid’ah al-Husainiyyah, sikap guluw (berlebih-lebihan) terhadap ahlul bait (keluarga Nabi shallallahu alaihi wassallam).
· Perang Siffin (perang antara pendukung Ali melawan pendukung Aisyah radhiyallahu anhuma) yang merupakan perang fitnah terjadi di Iraq.
· Perang Jamal (perang antara pendukung Ali melawan pendukung Muawiyah bin Abi Sufyan radhiyallahu anhuma) juga terjadi di Iraq.
· Kisah kebengisan al-Hajjaj bin Yusuf yang membunuh begitu banyak ulama’ terjadi di Iraq.
· Fitnah al-Qaramithah dari Iraq yang mencuri Hajar Aswad dari Makkah hingga bertahun-tahun lamanya.
· Fitnah penciptaan al-Qur’an, bahwa al-Qur’an adalah makhluk terjadi di Iraq.

Asy-Syaikh Muhammad bin Basyir ash-Syahshawani rahimahullah berkata (artinya), “Sebatas hanya karena pernah terjadi fitnah (musibah) di suatu negri, tidak lantas berkonsekuensi celaan terhadap penduduknya hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan al-Bukhkari dan Muslim dari sahabat Usamah bin Zaid radhiyallahu anhu ia menceritakan bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam suatu ketika naik ke atas benteng dari salah satu benteng di Madinah untuk melihat sekitarnya, kemudian beliau berkata, “apakah kalian melihat apa yang aku lihat?” Para sahabat menjawab, tidak ya Rasulullah. Lalu beliau berkata, “Sungguh aku melihat fitnah turun di antara rumah-rumah kalian, seperti turunnya hujan.

Berdasarkan hadits di atas, apakah kita mencela penduduk Madinah karena fitnah yang juga terjadi di negeri tersebut? Apakah al-Imam Malik rahimahullah akan dicela hanya karena hadits ini?!

Jawabannya tentu tidak, sebagaimana di Iraq pun demikian. Negeri yang terkenal dengan banyaknya musibah itu, ternyata melahirkan banyak ulama’ besar semisal al-Imam Ahmad, al-Imam Sufyan ats-Tsauri, al-Imam al-Hasan al-Bashri, bahkan dikatakan bahwa al-Imam al-Bukhori, al-Imam Muslim dan Abu Dawud rahimahumullah tinggal di Iraq. Serta banyak lagi imam besar yang berasal dari negeri tersebut.

wallahu a’lam.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.