Metode dalam Mengajar Anak-Anak

Seorang saudari bertanya:

Saya memulai mengajari putri saya yang berumur tujuh tahun dengan menghafal matan Tsalatsatul Ushul. Kemudian saya berusaha untuk menjelaskan kepadanya makna (kandungan) dari matan tersebut secara global, namun ia tidak paham. Bagaimana bimbingan Anda dalam mengajari akidah kepada putri saya? Dan bagaimana metode yang benar dalam mengajari anak-anak?

Asy-Syaikh Ubaid bin Abdillah Al-Jabiri hafizhahullah menjawab:

Semoga Allah memberikan barakah kepadamu dan kepada putrimu, serta menjaga kami, engkau, dan dia di atas Sunnah.

Aku katakan: wahai putriku, Allah tidak membebani satu jiwa pun melainkan dengan sesuatu yang dimampuinya. Sekarang cukupkan putrimu dengan menghafal matan selama ia masih berada dalam masa usia tamyiz karena ia tidak paham, demikianlah kebanyakan anak yang masih dalam masa tamyiz. Hafalan itu lebih mudah bagi mereka. Lalu ajarilah dia shalat dan tata caranya, sebelum itu ajari dia bagaimana berwudhu. Demikian pula biasakan dia untuk berakhlak mulia, sedikit demi sedikit. Jika telah beranjak besar dan mampu memahami, jelaskan (matan Tsalatsatul Ushul) kepadanya dengan penjelasan yang global.

Terjemahan dari http://ar.miraath.net/fatwah/10813

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.