PENTINGNYA KEIKHLASAN DALAM BERMANHAJ

Ketahuilah wahai para pembaca rahimakumullah…….!

Al Manhajus Salafy (prinsip hidup yang dijalani para pendahulu yang saleh) adalah manhaj yang menuntut kesabaran tinggi untuk tetap istiqamah di atasnya.

Kesabaran hanya akan lahir dari mukhlisin, yaitu orang-orang yang ikhlas dalam berislam, ikhlas dalam bertauhid, berakidah, bermuamalah, juga ikhlas dalam bedakwah di jalan Allah subhanahu wa ta’ala.

Al Mukhlisun, merekalah ash Shobirun (orang-orang yang sabar). Sehingga jika kita ingin mendapatkan kesabaran, maka kita harus banyak-banyak mengoreksi keikhlasan kita, karena hati manusia mudah berbolak-balik.

Al Mukhlisun, yang hanya mengharapka ridho Allah subhanahu wa ta’ala, tidak mengharapkan ridho manusia, mereka akan sabar dalam bermanhaj, sabar dalam berdakwah.

Al Manhajus Salafy akan hilang pada diri kita jika kita kurang mengoreksi keikhlasan kita. Seorang yang tidak ikhlas dalam bermanhaj, akan mudah kecewa terhadap sikap manusia, kemudian dengan sebab itu ia meninggalkan manhajnya.

Berbeda dengan seorang mukhlis yang tidak akan kecewa, pesimis atau putus asa jika seorang mencemoohnya. Seorang mukhlis akan tetap kokoh dalam bersabar di atas al Manhajus Salafy.

– Dikutip dan diringkas dari tausiyah (nasehat) ustadz Luqman Ba’abduh hafizahullah

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.