SANTRI SELALU DI HATI KAMI

Ungkapan di atas tidaklah berlebihan. Kalimat tersebut adalah kesimpulan yang didapatkan beberapa hari setelah santri tinggal di Afdeling Sumbersari. Hal ini terjadi karena santri sangat dekat dengan masyarakat.

Kondisi yang sama juga dirasakan oleh semua santri di semua titik PKL Santri Peduli Negeri; Tanah Manis, Batakan, Merawan, Antokan Banjarsari dan Karangnangka Banjarsari.

Kedekatan tersebut ditunjukkan dengan berbaurnya santri dengan masyarakat; membantu ke kebun, berkunjung, baksos kesehatan, dst. Saking deketnya, hampir setiap hari warga memberi makanan dengan berbagai bentuk dan ragamnya ke santri.

Bahkan, di Karangnangka, ada salah satu warga yang dengan sukarela memasakkan santri di pagi hari. Ia tidak mau dibayar dan diganti. Namun demikian, santri membelikan minyak dan beras untuknya.

Pernah di Sumbersari, 3 hari berturut-turut air di kampung tidak mengalir. Dengan segera santri menyelidiki sebab matinya air. Diadakanlah kerja bakti tandon warga yang ternyata lumpurnya setinggi lutut.

“Kok bisa lumpurnya tinggi sekali Pak Sinder?” Tanya santri. Ternyata, sudah bertahun-tahun tandon ga pernah dikuras. Alhamdulillah dengan kerja bakti santri, air kembali mengalir.

Masih banyak kejadian yang menunjukkan kedekatan santri dan warga. Semoga Allah memberikan berkah kepada masyarakat Indonesia.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.