Siapakah Komunis Itu ……. ? (Bagian 2)

  1. Mereka menghalalkan segala cara
  • Bagi komunis semua serba boleh, karena lepas dari keyakinan dan agama.
  • Aturan-aturan yang terkonsep dalam agama dianggap sebagai penghalang untuk mendapatkan materi.
  • Josep Stalin pernah suatu kali diperingatkan tentang perbuatannya oleh istrinya sendiri, namun istrinya malah dibunuh.
  1. Mereka pemberontak yang kejam dan bengis
  • Lenin (salah satu tokoh komunis dunia) berucap: “Hancurnya tiga perempat dunia tidak menjadi masalah. Sebab, yang terpenting ialah sisanya, yang seperempat, menjadi komunis.”
  • Di Kamboja, gerakan komunis Khmer Merah membunuh jutaan penduduk yang tidak sepaham denagan mereka.
  • Josep Stalin, tokoh komunis Rusia terkenal bengis, kejam, sadis, diktator dan keras kepala. Dalam menyingkirkan lawan-lawannya, Stalin melakukan pembantaian, pembunuhan dan pembuangan. Diperkirakan ia telah memerintah pembunuhan sekitar 30 juta penduduk Rusia dan sekitarnya.
  • Mao Zedong (tokoh komunis China) dalam percakapannya dengan DN Aidit mengatakan:

Mao          :“Habisi jenderal-jenderal reaksioner dalam satu kali pukul mereka akan menjadi seekor naga tanpa kepala yang tunduk pada perintahmu.”

Aidit         : “Berarti kami harus membunuh banyak jenderal?”

Mao          : “Di Shensi Utara saya bunuh 20 ribu pembangkang dalam satu kali pukul.”

  • Di Indonesia tercatat dua pemberontakan terjadi, pertama di Madiun tahun 1948 dipimpin oleh Muso dan tahun 1956 pemberontakan PKI (Partai Komunis Indonesia) yang dipimpin oleh DN Aidit berujung pembunuhan terhadap 6 jendral tinggi.
  1. Mereka adalah pendusta besar
  • Kaum komunis berdusta tentang jargon sama rasa sama ratanya. Di negara-negara komunis petinggi partai komunis di Uni Soviet. Mereka memiliki kehidupan jauh lebih baik dibandingkan rakyat jelata. Makin tinggi posisinya makin banyak kenikmatan yang diperoleh.
  • Di Yugoslavia. Pemimpin komunis Yugoslavia, Josip Broz Tito, memiliki kapar pesiar raksasa yang mewah. Tentunya hal ini tidak sejalan dengan jargon sama rasa sama rata yang mereka dengung-dengungkan.
  • DN Aidit di Indonesia. Ia memiliki alat-alat elektronik mewah yang hanya dimiliki oleh orang-orang kaya di masa itu. Padahal, kaum buruh dan petani miskin Indonesia di masa itu dalam keadaan memprihatinkan.
  • Janji kaum komunis agar tidak ada penindasan terhadap rakyat kecil merupakan kedustaan yang nyata. Dahulu di Uni Soviet, berani buka suara melawan komunis, berarti siap dibuang ke kamp kerja paksa di Siberia. Di Korea Utara pun demikian. Para anti Komunis digelandang ke kamp konsentrasi di Kaechon.
  • Tokoh-tokoh komunis Indonesia masa kini pun juga demikian, mereka berdusta dengan mencoba memutar balikkan fakta tragedi G-30 S yang seakan-akan menjadikan mereka sebagai korban.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.